Pengaruh Internet Di Kehidupan sehari-hari
Dewasa ini, perkembangan dibidang teknologi sangat melesat dengan pesat sekali. Salah satu teknologi yang melesat cepat adalah computer. Tapi dalam kenyataanya bukan hanya computer yang menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakannya, tapi internet yang sangat digemari oleh masyarakat akhir-akhir ini. Dan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat kita.
Banyak hal yang dapat dipergunakan didalam internet, salah satunya kita dapat melihat informasi secara akurat dari dalam sampai luar negeri, juga dapat chatting ke berbagai Negara untuk menambah teman, download lagu, software, dll. Maka sangat erat kaitannya masyarakat kita dan tidak pernah lepas dari internet, karena bagaimanapun kita harus mengikuti perkembanagan zaman, bukan? Kalau kita tidak mau di cap kuper dan tidak update.
Tapi, ada juga hal negative yang di dapat dalam internet. Banyak kita menemukan hal-hal yang bertentangan dengan moral, agama, dll. Contoh kecil adalah ada banyak situs-situs tidak resmi yang banyak mempertontonkan hal-hal yang tidak baik yang mengandung sara, pornografi, dll. Untuk itu, apabila kita tidak pinta-pintar mengatur/menggunakan computer sebagai mana mestinya, banyak yang akan terjerumus ke dalam hal-hal yang maksiat, yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak tentunya.
Senin, 04 Januari 2010
Pengaruh Mata Kuliah Softskill Terhadap Softskill
Pengaruh Matakuliah Soft skill Terhadap Soft skill
Pada dasarnya soft skill adalah keterampilan personal ( non teknis ) yang dimiliki seseorang yang sifatnya tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan pribadi / karakter seseorang. Di dalam Perguruan Tinggi, ada mata kuliah yang khusus mempelajari tentang cara mengembangkan softskill tersebut, yaitu mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD), mata kuliah tersebut sangat berpengaruh untuk mengembangkan softskill yang telah dimiliki sejak lahir oleh mahasiswa/mahasiswi di banyak Perguruan Tinggi.
Pengaruh dari mata kuliah tersebut sangat banyak, yaitu diantaranya adalah :
1. Dapat meningkatkan kepribadian yang baik bagi para mahasiswa/i nya.
2. Sebagai ajang pembelajaran.
3. Sebagai landasan / acuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, jujur, cerdas, berwawasan luas.
4. Sarana pembelajaran untuk bersosialisasi yang baik dilingkungan masyarakat, keluarga, dll.
5. mengajarkan keterampilan interpersonal (berpartisipasi dalam sebuah kelompok).
Jadi, banyak manfaat yang kita dapat karena mengikuti/mempelajari mata kuliah ISD ini, karena dapat berpengaruh dalam pengembangan softskill yang telah kita miliki. Bila kita secara rajin, tekun mendalami pengajaran ini, pasti banyak pengaruhnya khususnya dalam hal mengembangkan softskill itu.
Pada dasarnya soft skill adalah keterampilan personal ( non teknis ) yang dimiliki seseorang yang sifatnya tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan pribadi / karakter seseorang. Di dalam Perguruan Tinggi, ada mata kuliah yang khusus mempelajari tentang cara mengembangkan softskill tersebut, yaitu mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD), mata kuliah tersebut sangat berpengaruh untuk mengembangkan softskill yang telah dimiliki sejak lahir oleh mahasiswa/mahasiswi di banyak Perguruan Tinggi.
Pengaruh dari mata kuliah tersebut sangat banyak, yaitu diantaranya adalah :
1. Dapat meningkatkan kepribadian yang baik bagi para mahasiswa/i nya.
2. Sebagai ajang pembelajaran.
3. Sebagai landasan / acuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, jujur, cerdas, berwawasan luas.
4. Sarana pembelajaran untuk bersosialisasi yang baik dilingkungan masyarakat, keluarga, dll.
5. mengajarkan keterampilan interpersonal (berpartisipasi dalam sebuah kelompok).
Jadi, banyak manfaat yang kita dapat karena mengikuti/mempelajari mata kuliah ISD ini, karena dapat berpengaruh dalam pengembangan softskill yang telah kita miliki. Bila kita secara rajin, tekun mendalami pengajaran ini, pasti banyak pengaruhnya khususnya dalam hal mengembangkan softskill itu.
Sabtu, 12 Desember 2009
Pendidikan Di Indonesia
Pendidikan Di Indonesia
Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan - Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Masalah Pendidikan Di Indonesia
Memasuki abad ke- 21, kehebatan mutu pendidikan nasional banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar, yaitu ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan Negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karana itu, kiata seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di Negara-negara lain.
Kualitas Pendidikan Di Indonesia
Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia, yaitu:
Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan. Dalam hal ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya yang merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)